Unim Bone Gelar Diseminasi Pemutakhiran Data Dosen dan BKD Dosen untuk Tingkatkan Akurasi Data
Unim Bone Gelar Diseminasi Pemutakhiran Data Dosen dan BKD Dosen untuk Tingkatkan Akurasi Data

Bone, 22 Agustus 2025 – Universitas Muhammadiyah Bone melalui Lembaga Pengembangan Data dan Sistem Informasi (LPDSI) bekerja sama dengan Biro Administrasi Sumber Daya Manusia (ASDM) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Pemutakhiran Data Dosen dan BKD Dosen. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Andi Abdullahpada Jumat, 22 Agustus 2025, pukul 09.00–11.30 WITA dan dihadiri oleh seluruh unsur dosen, baik Dosen Tetap Yayasan (DTY) maupun Dosen dengan Perjanjian Kerja (DPK).

Acara ini menghadirkan dua pemateri utama, yakni Dr. Kiki Henra, M.Pd. dan Dr. Romi Adiansyah, M.Pd., yang membahas pentingnya pemutakhiran data dosen dan pengisian Beban Kerja Dosen (BKD) sesuai regulasi terbaru.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Bone, Dr. Muh. Safar, M.Pd., menegaskan bahwa pemutakhiran data dosen merupakan aspek krusial dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi berbasis data.

“Pemutakhiran data dosen bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi fondasi penting dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. Dengan data yang akurat, kita dapat menyusun kebijakan yang tepat dan memenuhi standar akreditasi,” ungkapnya.

Pemateri pertama, Dr. Kiki Henra, M.Pd., menekankan bahwa konsistensi data dosen di berbagai platform harus menjadi perhatian utama. Ketepatan dalam pengisian data protofolio di SISTER menjadi fokus utamanya.

“Ketepatan data dosen berdampak langsung pada pelaporan PDDIKTI, akreditasi, dan penilaian kinerja. Masih banyak data teman-teman dosen yang secara dokumen sudah benar, namun penebatan pelaporannya yang kurang tepat di portofolio SISTER. Jangan sampai kita dirugikan hanya karena data yang tidak diperbarui dan penepatan yang salah,” jelasnya.

Keakuratan data dosen di aplikasi SISTER juga akan berdampak positif pada percepatan pengurusan Jabatan Fungsional Dosen, Dr. Kiki mengharapkan dosen Unim Bone segera melakukan pengurusan kenaikan jabatan fungsional, khususnya yang sudah lama di posisi Asisten Ahli agar segera ke Lektor, dosen yang sudah Lektor agar segera ke Lektor Kepala, begitupun yang Lektor Kepala di dorong untuk segera Guru Besar.

Sementara itu, pemateri kedua, Dr. Romi Adiansyah, M.Pd., membahas aspek teknis pengisian BKD agar lebih mudah, valid, dan sesuai aturan.

“BKD bukan hanya kewajiban formal, tetapi juga instrumen pengukuran kinerja dosen yang harus dikelola dengan baik. Dengan pemahaman teknis yang benar, pengisian BKD akan lebih akurat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Bone berharap seluruh dosen semakin memahami pentingnya pemutakhiran data dan pengelolaan BKD yang sesuai standar. Hal ini sejalan dengan komitmen Unim Bone dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berbasis data.



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)